Home » » Mengenal Penyakit Demam Tipus (Thypoid fever)

Mengenal Penyakit Demam Tipus (Thypoid fever)


Kita sering sekali mendengar kalau anak/saudara/teman/ortu kalau demam tinggi dengan kondisi naik turun tempraturnya biasanya diduga demam berdarah atau tipus (Thypoid Fever).
Disini akan diuraikan sedikit mengenai demam Thypoid. 

Definisi
Demam tifoid (Typhus abdominalis, Typhoid fever, enteric fever) adalah penyakit infeksi sistemik akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam selama satu minggu atau lebih dengan disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran yang disebabkan infeksi salmonella thypi

Patofisiologi (perjalanan Penyakit).
Penularan Salmonella Thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yakni dikenal dengan 5 F yaitu : Food (makanan), Fingers (jari tangan), Fomitus (Muntah), Fly (lalat), dan Feces.

     Kuman Salmonella masuk bersama makanan/minuman. Setelah berada dalam usus halus kemudian mengadakan invasi ke jaringan limfoid usus halus (teutama Plak Peyer) dan jaringan limfoid mesenterika. Setelah menyebabkan peradangan dan nekrose setempat, kuman lewat pembuluh limfe masuk ke aliran darah (terjadi bakteremi primer) menuju ke organ-organ terutama hati dan limfa. Kuman yang tidak difagosit akan berkembang biak dalam hati dan limfa sehingga organ tersebut membesar disertai nyeri pada perabaan.

    Pada akhir masa inkubasi (5-9 hari) kuman kembali masuk dalam darah (bakteremi sekunder) dan menyebar keseluruh tubuh terutama kedalam kelenjar limfoid usus halus, menimbulkan tukak berbentuk lonjong di atas Plak Peyer. Tukak tersebut dapat mengakibatkan perdarahan dan perforasi usus. Pada masa bakteremi ini, kuman mengeluarkan endotoksin yang mempunyai peran membantu proses peradangan lokal dimana kuman ini berkembang.

   Demam tifoid disebabkan karena Salmonella Typhosa dan endotoksinnya merangsang sintesa dan pelepasan zat pirogen oleh lekosit pada jaringan yang meradang. Zat pirogen ini akan beredar dalam darah dan mempengaruhi pusat termoregulator di hipotalamus yang menimbulkan gejala demam.

Tanda dan Gejala :

Masa inkubasi rata-rata 10-14 hari. Yang tersingkat 4 hari jika infeksi terjadi melalui makanan, sedangkan yang terlama sampai 30 hari jika infeksi melalui minuman. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodroma, yaitu perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing, dan tidak bersemangat.

Kemudian gejala klinis yang biasa ditemukan, yaitu :
a.    Demam lebih dari 7 hari 
      Pada kasus tertentu, demam berlangsung selama 3 minggu, bersifat febris remiten dan suhu tidak seberapa tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu ketiga, suhu badan berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.

b.   Gangguan saluran pencernaan
      Nafas berbau tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah (ragaden), lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue, lidah tifoid), ujung dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. Pada abdomen terjadi splenomegali dan hepatomegali dengan disertai nyeri tekan. Biasanya didapatkan kondisi konstipasi, kadang diare, mual, muntah, tapi kembung jarang.

c.  Gangguan kesadaran
   Umumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak seberapa dalam, yaitu apatis sampai somnolen. Jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.

d.  Terdapat roseola
pada punggung  
    Yaitu bintik kemerahan karena emboli basil dalam kapiler kulit. Biasanya ditemukan pada minggu pertama demam.

e.  Kambuh /Relaps  

    Yaitu berulangnya gejala penyakit tifus abdominalis, akan tetapi berlangsung ringan dan lebih singkat terjadi pada minggu kedua setelah suhu badan normal kembali. 
   Menurut teori relaps terjadi karena terdapatnya basil dalam organ-organ yang tidak dapat dimusnahkan baik oleh obat zat anti. Mungkin terjadi pada waktu penyembuhan tukak, terjadi invasi basil bersamaan dengan pembentukan jaringan fibrosis.

f. Epitaksis (Mimisan/hidung berdarah)

g. Bradikardi (Nadi lambat/
berdenyutnya jantung kurang dari 60 kali per menit)

Penatalaksanaan dan pengobatan.
Trilogi Penatalaksanaan demam tipus (Thypoid Fever).
1. Perawatan.
  Istirahat dan perawatan profesional yang bertujuan mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Pasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam /selama 14 hari. Tujuan untuk mencegah komplikasi perdarahan usus. Mobilisasi dilakukan bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.
dalam perawatan yang harus diperhatikan adalah hygiene perseorangan, kebersiahan tempat tidur, pakaian dan peralatan yang dipakai pasien.

2. Diet.
  Diet yang sesuai cukup kalori dan tinggi protein. Diet pertama yang diberikan adalah bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Namun dari beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dan serat kasar) dapat diberikan dengan aman.

3. Obat-obatan. 
 Pemberian antibiotik yang dapat digunakan : Kloramfenikol, Ampisilin/amoksilin, Kotrimoksazol,sefalosporin (sesuai dengan anjuran dokter).

Demikian lah semoga bermanfaat bagi para pembaca. Saran dan masukan tentunya sangat kami harapkan untuk lebih memaksimalkan lagi artikel ini. salam hangat dari kami.
   


2 comments :

  1. informasi yang sangat bermanfaat, terimakasih banyak..

    ReplyDelete
  2. Pak tipes sama tipus apa bedanya?
    Terima Kasih pak

    ReplyDelete

Popular Posts

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. PENKES - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger